LABORATORIUM DONGENG KAK BIMO

VISI

TERWUJUDNYA GENERASI BANGSA YANG BERKARAKTER KUAT, BERMARTABAT LUHUR, SIAP SANDING, SIAP TANDING DAN MENJADI KIBLAT DALAM SEGALA KUALITAS INSANIAH

MISSI

1. MELAKSANAKAN FUNGSI LABORATORIUM SUMBER DAYA CERITA, UNTUK MENDUKUNG SEPENUHNYA GERAKAN MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MELALUI CERITA

2. MENJAMIN KETERSEDIAAN BAHAN CERITA YANG EDUKATIF, UNGGUL DAN DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN SECARA ILMIAH DAN RELIGIUS

12 WATAK UTAMA UNTUK INDONESIA

(1)TAQWA (2) BERSEMANGAT/BERSUNGGUH-SUNGGUH (3) SABAR & TEKUN (4) JUJUR & DAPAT DIPERCAYA (5) BERTANGGUNG JAWAB (6) GIGIH & PANTANG MENYERAH (7) PERCAYA DIRI & MANDIRI (8) KSATRIA & PEMBERANI (9) DISIPLIN & MENGHARGAI WAKTU (10) PEDULI PENYAYANG & SUKA MENOLONG (11) SANTUN & RENDAH HATI (12) CINTA ILMU DAN TERUS BELAJAR


FORMULA
1. MENUMBUH KEMBANGKAN JIWA RENDAH HATI, BERSAHAJA, PENUH KEYAKINAN DAN KEHATI-HATIAN PADA JIWA GENERASI BELIA BANGSA INDONESIA.
2. MENGELIMINASI SIFAT KETAKABURAN, KESERAKAHAN DAN KEDENGKIAN DARI FITRAH JIWA ANAK-ANAK INDONESIA.
8 Langkah Membangun Karakter Bangsa Melalui Cerita
(1) Inspirasi dan Penyadaran (2) Team Work Character Builder (3) Net Working untuk Story Teller & Volunteers (4) Pelatihan & pengkaderan (5) Penerbitan Acuan (6) Pelegendaan Kisah Unggulan (7) Seleksi & Filterisasi Materi Cerita (8) Kurikulum Nasional 


PRODUK LABORATORIUM DONGENG KAK BIMO :
  1. KURIKULUM RUMAH DONGENG
  2. KURIKULUM KAMPUNG DONGENG
  3. KURIKULUM KOTA DONGENG
  4. KURIKULUM NEGERI DONGENG
  5. KURIKULUM DONGENG UNTUK PENDIDIKAN NASIONAL
  6. WORKSHOP STORY BASED TEACHING
  7. WORKSHOP PENDONGENG PROFESIONAL
  8. TRAINING FOR TRAINER STORY TELLING
  9. LISENSI PROFESIONAL UNTUK PENDONGENG DAN TRAINER MENDONGENG
  10. MOBIL DONGENG KELILING
  11. PENGIRIMAN TIM RECOVERY MENTAL DI DAERAH BENCANA
  12. COACHING FOR PROFESIONAL STORY TELLER
Advertisements

YA SUDAHLAH … JALANI HIDUP DENGAN TEGAR

Climbing, never ending

Nabi Muhammad: “Seorang mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah, akan tetapi pada masing-masing (baik yang kuat atau lemah) itu ada kebaikannya. Bersemangatlah untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah kepada Allah, jangan merasa lemah. Jika ada sesuatu hal yang menimpamu (yang tak kamu sukai) menimpamu, janganlah kamu katakan, “andai aku tadi berbuat begini dan begitu” (tentu hal ini tak akan terjadi). Tetapi hendaklah ia katakan “Allah telah menetapkan hal ini & apapun yang Dia kehendaki pasti Dia perbuat (tak akan ada yang menghalangi)”. karena”andai” itu membuka amalan setan.(HR Ahmad, Muslim & Ibnu Majah)

Kalila wa Dimna, Dongeng Fabel Menarik dari Dunia Muslim

Kisah macam ‘Kancil Mencuri Timur’ juga dikenal di dunia Arab. Salah satu buku dongeng binatang yang dikenal Muslim sejak lama ialah “Kalila wa Dimna”. Buku ini adalah salah satu karya terlaris selama dua ribu tahun dan hingga kini masih digemari banyak orang di dunia Arab.

Buku yang berarti Kalila dan Dimna–dinamai dari dua anjing hutan yang menjadi karakter utama–ditulis sebagai panduan dan instruksi pelayanan sipil. Kisah-kisahnya begitu menghibur hingga diterima di setiap kelas, menjadi dongeng rakyat di dunia Muslim. Orang Arab membawa kisah-kisah itu ke Spanyol, di sana buku tersebut diterjemahkan ke Bahasa Spanyol Tua, pada abad ke-13. Saat diterjemahkan ke dalam Bahasa Italia, itu merupakan kali pertama buku tampil dalam versi cetak, setelah mesin cetak ditemukan.

Kalila dan Dimna aslinya ditulis dalam Bahasa Sansekerta, diperkirakan dari Kashmir pada abad ke-4. Dalam Sansekerta buku ini disebut Panchatantra atau “Lima Wacana”. Buku tersebut sebenarnya ditulis untuk tiga pangeran muda yang telah membuat guru mereka putus asa dan sang ayah terganggu.

Raja takut memercayakan kerajaannya ke para putranya yang tak mampu menguasai pelajaran paling mendasar. Raja mendatangi wazirnya yang bijaksana  untuk meminta bantuan dan si wazir pun menulis Panchatantra. Buku itu mengungkapkan kebijaksanaan besar dalam kisah-kisah fabel binatang yang mudah dicerna.

Enam bulan kemudian para pangeran sudah berada di jalan kebijaksanaan. Ketika raja mangkat, mereka menggantikan kepemimpinan ayahnya dengan penuh keadilan.

Dua ratus tahun kemudian, seorang shah Persia mengutus dokter pribadinya, Burzoe, ke India untuk menemukan jenis herbal tertentu yang konon mampu menghadirkan kehidupan abadi bagi mereka yang memakannya. Alih-alih, Burzoe malah membawa satu salinan Panchatantra, yang ia klaim sama baiknya dengan herbal ajaib karena ia menghadirkan kebijaksanaan besar ke pembacanya.

Shah memerintahkan Burzoe mengalihbahasakan ke Pehlavi, bentuk kuno Bahasa Persia. Ia begitu menyukai buku itu hingga menyimpannya dalam satu ruang khusus di dalam istananya.

Tiga ratus tahun berselang, setelah Muslim menguasai Persia dan Timur Dekat, seorang Persia yang telah memeluk Islam, bernama Ibnu al Mukaffah, menemukan buku itu dalam bahasa Pehlavi terjemahan Burzoe. Ia pun mengalihbahasakan lagi ke Arab dengan gaya penuturan begitu mengalir hingga sampai sekarang orang masih menganggapnya model prosa asli Arab.

Keberadaan buku tersebut menyebar ke berbagai negara termasuk Yunani, yang menjadi cikal sumber terjemahan versi berbagai bahasa di Eropa, mulai Latin, Slavia dan Jerman. Sementara versi Bahasa Arabnya juga diterjemahkan ke Bahasa Ethopia, Suriah, Persia, Turki, Melayu, Jawa, Laos dan Siam. Pada abad ke-19 Kalila wa Dimna diterjemahkan ke Hindustan, dengan demikian melengkapi siklus yang dimulai 1.700 lalu di Kashmir.

Tidak semua versi adalah terjemahan sederhana. Buku itu sudah diperluas, diperpendek, mengalami modifikasi, penambahan dan penghilangan figur serta dipermak oleh sejumlah penerjemah dengan jumlah tak terhitung.

Salah satu kisah di bawah ini tidak termasuk dalam versi Sansekerta, juga tak ada di sebagian besar manuskrip Arab salinan Ibnu al Mukaffah, namun yang menarik ia telah memasuki daratan Eropa–masih dianggap dongeng dari Arab–dan menjadi kisah cukup terkenal di sana, berjudul “Memasang Bel ke Leher Kucing.

Cerita serupa mungkin bisa ditemukan di antologi dongeng lain, juga dalam Brothers Grimm. Bedanya, tikus-tikus Arab menyelesaikan masalah mereka jauh lebih tajam ketimbang sepupu mereka di barat. Berikut kisahnya.

Memasang Bel ke Leher Kucing

“Dahulu di tanah para Brahma terdapatlah sebuah rawa bernama Dawran yang membentang di semua penjuru dengan jarak ribuan kilometer. Di tengah rawa tersebut ada sebuah kota bernama Aydazinum. Kota itu memiliki banyak daya tarik, keistimewaan dan penduduknya sangat sejahtera hingga bisa mendapatkan apa pun yang mereka mau.

Dalam kota ada seekor tikus bernama Mahraz, ia memimpin seluruh tikus yang hidup di kota itu dan juga desa-desa di pinggir kota. Ia memiliki tiga wazir yang siap memberi nasehat untuk bermacam urusan.

Suatu hari para wazir berkumpul di hadapan raja tikus untuk mendiskusikan berargam masalah. Di tengah perbincangan, raja berkata, “Apakah mungkin membebaskan diri kita dari teror turun-menurun yang kita dan juga nenek moyang kita rasakan terhadap kucing?”

“Meski kita hidup nyaman dan memiliki banyak kesenangan dalam hidup, ketakutan kita terhadap Kucing telah melenyapkan semua kenikmatan tersebut. Saya harap kalian bisa memberi saran bagaimana mengatasi masalah ini. Apa yang kalian pikir harus kita lakukan?”

“Saran saya,” ujar wazir pertama, “adalah mengumpulkan sebanyak mungkin lonceng kecil dan mengalungkan bel itu ke leher setiap kucing sehingga kita dapat mendengar mereka datang dan memiliki waktu untuk bersembunyi di lubang-lubang kita.”

Raja menoleh ke wazir kedua dan berkata,” Bagaimana menurut kamu saran kolegamu?”

“Saya kira itu saran buruk,” ujar wazir kedua. “Setelah mengumpulkan semua bel yang dibutuhkan, lalu siapa yang berani memasang ke leher bahkan anak kucing terkecil sekalipun, apalagi tipe kucing jalanan veteran?”

“Dalam opini saya, kita harus bermigrasi dari kota dan tingga di desa selama setahun hingga orang-orang kota berpikir bahwa mereka dapat mulai mengeluarkan kucing karena tak punya sumber buruan. Orang-orang akan menendang mereka keluar, atau mungkin membunuh para kucing. Mereka akan tersebar dan hidup liar dan tak lagi cocok untuk kucing rumahan. Lalu kita dapat pulang kembali dengan aman ke kota dan hidup selamanya tanpa cemas terhadap kucing.”

Raja, sepertinya masih tak puas dengan jawaban wazir kedua menolah lagi ke wazir ketiga, yang terbijak. “Bagaimana dengan ide tersebut?”

“Gagasan yang sangat menyedihkan,” balas wazir ketiga, “Jika kita meninggalkan kota dan tinggal di desa bagaimana kita pastikan bahwa kucing-kucing itu akan menghilang dalam satu tahun? Bagaimana pula dengan kesulitan yang akan kita alami? Kehidupan di alam penuh dengan binatang liar yang juga suka makan tikus, dan mereka bisa melakukan hal lebih buruk ketimbang yang dilakukan kucing.”

“Kamu benar tentang itu,” ujar sang raja. “Jadi apa yang kamu pikir seharusnya dilakukan?”

“Saya dapat menyarankan satu rencana yang paling masuk akal. Raja harus memanggil seluruh tikus di kota dan kawasan sub urban dan memerintahkan mereka membangun lorong di dalam rumah-rumah orang terkaya yang menghubungkan ke semua ruang dalam rumah,” ujar wazir ketiga.

“Lalu kita akan masuk ke terowongan itu, tapi kita tak akan menyentuh makanan manusia. Alih-alih kita konsentrasi merusak pakaian, tempat tidur dan karpet mereka. Ketika melihat kerusakan itu, ia akan berpikir. ‘Wah satu kucing sepertinya tak bisa mengatasi banyak tikus di sini!’ Dan ia pasti akan menambah satu lagi kucing piaraan,” ujar Wazir.

“Begitu kucing ditambah, kita pun menambah jumlah kerusakan, benar-benar merobek pakaian-pakaian mereka. Ia pasti akan menambah satu lagi kucing, lalu kita tambah lagi kerusakan hingga tiga kali lipat. Itu seharusnya membuat mereka berhenti dan berpikir ‘Hei, kerusakan hanya sedikit ketika aku memiliki satu kucing. Makin banyak kucing, semakin banyak tikus,’ seolah-olah itulah yang terlihat” ujar wazir ketiga lagi.

“Jadi ia akan mencoba sebuah eksperimen. Ia akan menyingkirkan satu kucingnya. Saat itu pula kita akan turunkan jumlah kerusakan, menjadi dua pertiga saja. Si pemilik pasti berpikir, ‘Aneh sekali,’. Ia lalu menyingkirkan satu lagi kucing lain. Lagi, kita pun kurangi kerusakan hingga hanya sepertiganya. Ia pun akan terdorong untuk menyingkirkan satu lagi kucing tersisa.

Saat itu pula kita hentikan aksi dan tidak merusak apa pun. Ia akan menemukan hal besar. ‘Wah ternyata bukan tikus,’. Ia pasti bakal pergi ke para tetangga kaya lain untuk memberi tahu itu. Karena ia adalah orang terkaya dan dihormati maka semua akan mempercayainya dan mulai membuang kucing-kucing mereka ke jalan atau bahkan membunuh mereka. Kemudian setiap kali melihat kucing, mereka akan mengejar dan membunuhnya.”

Raja Mahraz pun mengikuti saran wazir ketiga. Butuh waktu tak terlalu lama hingga tidak satupun kucing berada di kota tersebut. Bila mereka melihat lubang di pakaian mereka, orang-orang tetap yakin bahwa itu adalah ulah kucing.

Kini, jika tu terjadi, mereka pasti berkata, “Seekor kucing pasti menyelinap ke rumah tadi malam. Seekor kucing pasti mengendap-endap di kota tadi malam.” Alhasil, dengan strategi itu, para tikus benar-benar berhasil membebaskan diri dari warisan rasa takut turun-temurun terhadap kucing.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Muslim Heritage (Republika.co.id)

MEMOTIVASI ANAK BELAJAR MENGAJI

RAMBU-RAMBU UMUM

TERMASUK SYIRIK: MOTIVASI SESEORANG DALAM AMALNYA KEPENTINGAN DUNIAWI

Firman Allah Ta’ala (artinya):
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia serta sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Hud: 15-16)

Diriwayatkan dalam Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah. Celakalah ia dan tersungkurlah. Apabila terkena duri semoga tidak dapat mencabutnya. Berbahagialah seorang hamba yang memacu kudanya (berjihad di jalan Allah), dengan kusut rambutnya dan berlumur debu kedua kakinya. Bila dia berada di pos penjagaan, dia akan tetap setia berada di pos penjagaan itu; dan bila ditugaskan di garis belakang dia akan tetap setia berada di garis belakang itu. Jika dia meminta permisi (untuk menemui raja atau penguasa) tidak diperkenankan, dan jika bertindak sebagai perantara tidak diterima perantaraannya*.”

Khamishah dan khamilah adalah pakaian yang terbuat dari wool atau sutera dengan diberi sulaman atau garis-garis yang menarik dan indah. Maksud ungkapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan sabdanya tersebut ialah untuk menunjukkan orang yang sangat ambisi dengan kekayaan duniawi, sehingga menjadi hamba harta benda. Mereka itulah orang-orang yang celaka dan sengsara.

*) Tidak diperkenankan dan tidak diterima perantaraannya, karena dia tidak mempunyai kedudukan atau pangkat dan tidak terkenal; soalnya, perbuatan dan amal yang dilakukannya diniati Lillah semata-mata.

Kandungan tulisan ini:
1. Motivasi seseorang dalam amal ibadahnya, yang semestinya untuk akhirat malah untuk kepentingan duniawi (termasuk syirik dan menjadikan pekerjaan itu sia-sia tidak diterima oleh Allah)
2. Tafsiran ayat dalam surah Hud. Ayat ini menjelaskan tentang hukum orang yang motivasinya hanya kepentingan dan kenikmatan duniawi dan akibat yang akan diterimanya baik di dunia maupun di akhirat nanti.
3. Manusia muslim, disebut sebagai hamba dinar, dirham, khamishah, khamilah (jika menjadikan kesenangan duniawi sebagai tujuan).
4. Tafsiran hal tersebut, yaitu: jika diberi senang, tetapi jika tidak marah.
5. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mendoakan: “Celakalah ia dan tersungkurlah.”
6. Juga mendoakan: “Apabila terkena duri semoga tidak dapat mencabutnya.”
7. Pujian untuk mujahid yang memiliki sifat-sifat sebagaimana tersebut dalam hadits.

OBOR YANG MATI

TAK AKAN MEMBERI API PADA OBOR LAINNYA !

Saya sangat ingin berbagi dengan para orang tua dan para guru mengaji, supaya keinginan mewujudkan citra anak yang sholeh dan sholehah benar-benar dapat terwujud, tentu saja dalam rangka menggenapi amanah besar kehidupan kita sebagai ayah-bunda dan pendidik yang antusias dan bertanggung jawab.

Sebelum lebih lanjut saya share jurus-jurusnya, agar program memotivasi anak untuk mempelajari Alquran berhasil dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu (1) Kita harus termotivasi berinteraksi dengan Alquran terlebih dahulu, sebelum memotivasi anak-anak, (2) Motivasi memerlukan sasaran yang jelas, ia merupakan tantangan dan kemampuan yang jelas dalam tahapan penguasaan Alquran.(3) Ingat, jika anak sudah termotivasi, keadaan itu tidaklah abadi, kita terus mencari cara untuk memotivasi mereka.(4) Memberi merekakesempatan berpartisipasi akan menggugah motivasi mereka sendiri.(5) Akui setiap kemajuan mereka dalam hal penguasaan Alquran, karena kesadaran akan kemajuan diri dapat menggugah motivasi.(6)Tantangan motivasi hanya bila berpeluang berhasil(7) Setiap anak memiliki Sumbu motivasi.(8) Munculkan dan dorong anak untuk sadar dan  menjadi anggota sebuah kelompok mempelajari Alquran. Selanjutnya mari kita cermati dan mencoba jurus-jurusnya:

40 jurus memotivasi anak untuk mengaji :

  1. Memotivasi dengan pujian: Berikanlah pujian pada apapun kemajuan dan kemauan anak untuk mengaji, pujian ini bisa menjadi penguatan motivasi (enforcement).
  2. Memotivasi dengan pepatah/quote : Pilihlah pepatah, kata mutiara yang relevan dengan semangat belajar untuk anda katakan atau tuliskan pada anak.
  3. Memotivasi dengan rasa syukur : mintalah anak untu mengungkapkan rasa syukur atas kesehatan dan kelengkapan indrawinya dengan dimanifestasikan dengan mengaji
  4. Memotivasi dengan kehati-hatian : “Nak nanti akan ada orang-orang yang buta diakherat karena tidak mau belajar Alquran, hati-hati ya nak..kita jangan sampai seperti mereka”.
  5. Memotivasi dengan rasa balas budi: “Nak, Ayah bundamu ikhlas mengasuhmu, jika engkau ingin membalas budi baik kami maka jadilah anak sholeh yang hafal alquran”
  6. Memotivasi dengan kontens quran: “Tahukah kalian bahwa didalam alquran terdapat informasi, bahwa didalam lautan terdapat karang api yang menyala-nyala, tahukah kalian bahwa helicopter dibuat manusia dengan meniru cara lalat terbang, ternyata dalam alquran sudah diberitahukan semuanya”.
  7. Memotivasi dengan konteks belajar quran; Siapkan ruang belajar yang menyenangkan untuk belajar Alquran,meliputi: warna cat, wewangian, gambar, hidangan khusus, gambar-gambar yang memotivasi dll.
  8. 8.Memotivasi dengan modelling: Anda dapat menceritakan tentang kisah-kisah orang besar yang rajin membaca Alquran, seperti HJ Ainun Habiebie yang biasakhatam membaca alquran seminggu 3 kali, dll
  9. Memotivasi dengan game of study: Buatlah aturan main dan sistem hadiah untuk kemajuan dalam belajar dan membaca Alquran, seperti Bintang, sticker, stempel dll
  10. Memotivasi dengan cerita: Pilihlah kisah-kisah yang menggugah tentang perjuangan beljar alquran para Imam Madzhab, Qori, pengalaman pribadi anda dll
  11. Memotivasi dengan upacara penghargaan: tidaklah salah apabila setiap 1 bualn, 3 bulan hingga setahun ada upacara khusus untuk buah hati anda yang berprestasi dalam interaksi dengan Alquran, misalny; kenaikan jilid, khataman, wisuda dll
  12. Memotivasi dengan ikatan rasa cinta: Semakin hangat anda memperlakuykan anak ketika belajar, maka semakin mudah anda membujuk mereka mempelajarinya
  13. Memotivasi dengan rasa tanggung jawab: “Nak dikampung kita banyak anak-anak yang tidak bisa membaca alquran, maka belajarlah nak dengan sungguh-sungguh..KELAK KAMULAH YANG MENJADI GURU BAGI MEREKA!”
  14. Memotivasi dengan AMBAK(apa manfaatnya bagiku): Ilustrasikan banyak kemungkinan manfaat/apa kerennya bagimereka, apabila bisa membaca alquran : penghargaan dirumah, disekolah, masyarakat hingga penghargaan negara, alam kubur, makhsyar dan nikmat surga.
  15. Memotivasi dengan harapan dan aspirasi :”Kalian boleh jadi apa saja asal berguna bagi masyarakat dan agama, tetapi ingat jika ingin jadi dokter harus dokter yang ahli membaca alquran, jika jadi presiden harus presiden yang ahli membaca Alquran!”
  16. Memotivasi dengan kekurangan yang ada: “Justru karena kita kekurangan yang ada berupa ….kita harus semakin rajin membaca Alquran, karenaAllah akan sangat membantu pembaca Quran seperti kita.”
Insyaallah selanjutnya akan saya bahas dengan tips berikutnya:

17. Memotivasi dengan reframing
18. Memotivasi dengan penerimaan
19. Memotivasi dengan percaya diri
20. Memotivasi dengan menghapus keburukan
21. Memotivasi dengan  hypnosis
22. Memotivasi dengan kelompok motivasi
23. Memotivasi dengan janji Allah
24. Memotivasi dengan Ancaman
25. Memotivasi dengan audio motivasi
26. Memotivasi dengan puisi
27. Memotivasi dengan poster afirmasi
28. Memotivasi dengan  Photo & gambar Motivasi
29. Memotivasi dengan to build self talk hypnosis
30. Memotivasi dengan kelompok motivasi
31. Memotivasi dengan janji Allah kepada pembaca/penghafal alquran
32. Memotivasi dengan Ancaman Allah bagi yang Ingkar Alquran
33. Memotivasi dengan berita dikoran/majalah tentang alquran
34.  Memotivasi dengan menguah rasa dendam dan ledekan orang lain
35.  Memotivasi dengan menggambar
36.  Memotivasi dengan nam dan gelar
37.  Memotivasi dengan kelebihan
38.  Memotivasi dengan pengalaman prestasi
39.  Memotivasi dengan ungkapn doa bersama
40.  Memotivasi dengan melayani pertanyaan dari anak tentang Alquran

Semoga bermanfaat
Hj Umi Auliya