7 KEBIASAAN RUHIYAH YANG SANGAT MEMPENGARUHI KETAATAN & KEHIKMATAN AUDIEN KEPADA PENUTUR KISAH

image

1. Cahaya Wajah,  buah dari wudhu yang tuntas,  cahaya selalu menjadi arah memandang. Kendatipun tanpa kostum yang menarik,  muka yang bening bercahaya sudah menawan hati serta meredam suasana riuh.

2. Ketenangan penampilan: ketenangan dimiliki orang-orang yang anggota tubuhnya tenang,  sekali_kali tak akan tenang fisik sebelum akalnya tenang, dan akal belum akan tenang jika hatinya belum tenang. Ketenangan batin adalah buah dari kelaziman dzikrullah filqalbi.

3. Ucapan Basmallah: apapun amal perbuatan baik yang didahului denan basmallah akan mepnjauhkan bala dan ganguan. Termasuk bertutur cerita. Sadarilah bhw Allah yg akan menjadikan hati mereja cenderung kepada kita. Dongeng yg jorok, kecentila atau lelucon hanya menarik syahwat saja.  Namun basmallah (pemahaman bahwa kita akan melakukannya karena Allah)  menjadi energi yg besar dan menaklukkan hati audien kita.

4. Ucapan salam yg tulus, mengucapkan doa salam yg tulus, akan membuahkan jawaban yg dikabulkan (selamat,  rahmat,  barakah).  Apalagi yg menjawab anak-anak suci dan jumlahnya banyak. ia akan berlipat ganda daya pengaruhnya. Jangan sampai keinginan mendapat kesan bagus dalam mengucap salam justru menjadi kesia-siaan amal karena sekedar mengucap kata salam.

5. Tahajud,  Allah akan berikan qaulan tsaqila (kata yg berat) sehingga akan mengendap ke hati-hati pendengar kita,  bisa jadi suara kita cempreng tak enak didengar namun pengaruh kata-kata sangat kuat tergurat dihati mereka.

6. Ruh Kisah: ianya kesungguhan niat untuk mengubah keadaan buruk menjadi lebih baik. Bilamana kita berkisah,  dan yang mendorong kita adalah suatu keprihatinan atau rasa takut akan munculnya generasi yang lemah, maka apa yg kita tutur dan tuliskan akan dirasakan dan dibela oleh kecenderungan hati mereka,  tanpa banyak penolakan dari audien, ia meluncur menyusupi relung hati mereka. Bahkan menghidupkan hati yang sudah mati.

7. Doa sebelum dan sesudah berkisah, agar mereka senantiasa menerima kebenaran,  kebaikan dan mengecapi keindahan Islam,  Allah yang akan menyampaikan maksud dari amal dakwah melalui kisah yang disampaikan.
Yaa muqallibal qulub,  tsabit quluubana ‘ala diinika

Semoga Kita Tak Salah Arah,  Salah Kaprah Dan Salah Kiprah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s