NILAI-NILAI KESADARAN SEBAGAI JURU KISAH MUSLIM

image

1. Kami melihat bahwa, anak-anak dan audien yang berada dihadapan kami, adalah para belia atau sahabat, yang pada hari itu Allah amanahkan,  agar diukir dan dikembangkan fitrah insaniyahnya, mereka bukan obyek atau mainan kesenangan bagi kami,  melainkan tanaman yang harus kami siram dan pupuk dengan Iman,  Islam dan jiwa Ihsan.

2. Kami memandang, bahwa setiap kesempatan atau momentum berkisah,  sebagai ladang amal yang mesti disuburkan,  ia adalah wahana hidup bagi tumbuhnya generasi umat Islam dimasa yang akan datang. Kami ibarat perambah lahan dakwah,  hadir untuk menyuburkan hati, dan bukan untuk bertujuanmeracuni dan mematikan hati.

3. Kami meyakini, bahwa rejeki merupakan ketetapan Allah,  kadarnya sudah ditentukan dan tak akan pernah tertukar.  Rezeki itulah yang akan kami sumbangsihkan untuk kemajuan dakwah Islam dikalangan anak-anak. Tak akan kami simpan ghill dan hasud, terhadap siapapun yang bergerak bersama atau yang tidak bersama kami dalam wadah beraktivitas ini. Kami yakin bahwa ‘siapa mencari Allah,  maka akan menemukan rezeki-Nya,  namun siapa mencari rezeki-Nya saja ia tak akan akan memperoleh wajah Allah.

4. Apakah yang kami lakukan ini merupakan profesi? Kami akan jawab “iya” meskipun SEBENARNYA apapun yang kita lakukan adalah BERDAKWAH. Apabila kami ditanya apakah yang kita kerjakan adalah Dakwah?  Maka kami jawab “Iya”. Karena kita meniatinya sedemikian adanya. Adapun rejeki itu adalah akibat yang sepenuhnya telah kami serahkan kepada kebijaksanaan Allah.  Antara mencari maisyah dan dakwah merupakan dua hal yang berbeda, meskipun keduanya merupakan ibadah yang tak terhingga nilai amal dan pahalanya.

5. Kami menyadari, bahwa kami merupakan bagian dari gerakan besar menyebar luaskan dakwah Islamiyah,  yang berasal dari umat untuk memajukan umat  Islam sedunia. Kami bukanlah kaum elitis atau ekslusif, yang dengan adanya keahlian atau kelebihan yang dititipkan Allah kepada kami,  pada akhirnya kami menyadari bahwa apa yang kita miliki akan ditanyakan dan dimintai pertanggung jawabnnya oleh Allah,  baik secara pribadi maupun bersama. Akan dihisab baik dampak kinstrukti maupun destruktif (na’udzubillahi min dzalika) dari kiprah yang terus kami jalani.

6. Kami mensyukuri,  Allah mempersaudarakan kami dalam komunitas,  semata-mata demi lebih meringankan kewajiban dan memperbesar pengaruh kebaikan dari dakwah dikalangan anak-anak yang kami jalani,  semoga Allah selalu menjaga keutuhan dan ketulusan dalam setiap aktivitas kami,  dan menjauhkan kami dari cerai berai yang melemahkan gerak langkah pergerakan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s