AYO BERKISAH

BERKISAH MEMANG MUDAH, TAPI TIDAK BOLEH MEMPERMUDAHKAN KISAH

(kak Bimo)

Dunia adalah panggung cerita, sejak diciptakan dunia ini, baik pada setiap benda yang ada, dengan segala relung reliknya, hukum-hukum kehidupannya serta pada berbagai dimensi yang melingkupi, maka sejak itulah sudah melekat cerita pada dunia itu sendiri. Terlebih-lebih setelah hadirnya makhluk yang diorientasikan sebagai Khalifah dimuka bumi ini, maka jagat cerita menjadi semakin dinamis, karena spesies yang bernama manusia ini memiliki akal dan rohani yang membedakan dengan makhluk lainnya, pada kehidupan mereka telah terlahir dinamika kehidupan dunia itu sendiri.

KISAH ATAU DONGENG

Ditinjau dari kesesuaian pesan dan nilai keIslaman, maka akan kita temukan berbagai jenis cerita, yaitu; CERITA ISLAM, CERITA ISLAMI, CERITA YANG DI-ISLAMISASIKAN, serta BUKAN CERITA ISLAMI. maksud dari (1) cerita Islam adalah cerita yang memang sudah ada dalam kitab suci, Sirah Nabawiyah, sejarah shahih umat Islam, tokoh-tokoh mulia atau siapa saja yg disebutkan dlm kitab suci, hadits maupun sejarah. (2) Cerita Islami, merupakan fiksi yang sengaja dibuat untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu, yg pesan-pesan itu memang merupakan ajaran Islam. (3) fiksi yang sudah ada, kemudian diperbaharui dan diberikan celupan khas keislaman. (4) Cerita Bukan Islami, yaitu cerita rekaan yang bertentangan dengan nilai keIslaman.

Tingkatan Dalam Berkisah

Seorang juru kisah, memerankan diri menjadi sebagai guru, ilmuwan, seniman dan rohaniawan sekaligus, menyadari kompleksitas ini tentu kemampuan berkisah akan dipengaruhi oleh idealisme, ketrampilan dan totalitas diri dalam mendidik anak-anak melalui kisah, maka idealnya penyampaian kisah yang ia berikan kepada anak-anak memiliki kriteria-kriteria ideal dari peran tersebut. Meskipun dominasi dari salah satu peran tersebut akan menjadi suatu kemenonjolan atau penampilan khas dari juru kisah yang bersangkutan. 

Paling tidak ada beberapa hal yang bisa  d menjadi suatu tenggara dari ciri khas tersebut, yaitu penguasaan sumber tekstual (Nash), materi cerita (matan), kreativitas dan kemampuan Ruhiah.

Karena itu saya menyebut ciri khas itu sebagai sebuah asembling dari potensinya, sekaligus level dari kamampuan berkisah, terkait dengan kompleksitas peran maupun ciri khas tadi.

1. Kisah : penyampaian kisah saja secara global, tanpa menyebutkan atau membacakan nash-nash nya.

2. Dalil Saja : penyampaian nash-nas tematik dari suatu kisah saja.

3. Kisah Dalil : penyampaian kisah dengan meramu antara Nash dan kisah secara bersamaan.

4. Kisah Dalil Kreativitas : penyampaian cerita berdasarkan Nash tematik, uraian kisah serta memperkaya dengan kreativitas berdasarkan kebutuhan komunikasi serta interpretasi terhadap kisah itu sendiri.

5. Kisah Dalil Kreativitas Ruhiah : penyajian sebagaimana nomer 4, namun dalam penyajiannya didorong oleh suatu komitemen, semangat dan tekad untuk mengubah pendengarnya.

LANGKAH STRATEGIS
a. PENATAAN INTERNAL

b. PENATAAN EKSTERNAL 

c. PENGKONDISIAN SISWA

d. DESAIN MATERI BERKUALITAS

e. PENYAJIAN APIK MENARIK

SKENARIO PENCERITAAN

a. PERSIAPKAN MENTAL/JIWA ANAK

b. TANAMKAN NILAI AKHLAK

c. PUPUK MOTIVASI & SEMANGAT

d. IDENTIFIKASI DENGAN PERILAKU

e. DEMONSTRASIKAN

f. MEMBANGUN TEKAD DAN TAWAKAL

*LANGKAHLANGKAH BERKISAH

1. Kumpulkan Ayat & Hadits Tematik yang berisi kisah maupun Yang Terkait dengan pesan kisah (enforcement)

2. Membacakan Ayat-ayat Suci Tematik tersebut secara Tartil.

3. Menjelaskan terjemahan lalu berikut Ilustrasi peristiwanya.

4. Usahakan kita mengerti munasabah/kerkaitan ayat satu dengan sebelum atau sesudahnya, agar kita memahami  jenis alur Kisah (flash back, kronologis, for shadowing atau berbingkai)

5. Penting kita mengetahui pengetahuan/informasi ttg peta perjalanan dakwah dan peristiwa itu, misalnya Ibrahim lahir di Sanle urfa dan dimakamkan di Khalil Hebron.

6. Motivasi anak untuk ittiba’ dan berubah (Sadari semua ini Titah Allah, banyak Manfaatnya & merupakan bagian dari Tanggung Jawab kita dalam mengamalkan atau menyebarluaskan)

7. Pimpin mereka untuk mengikrarkan Tekad, Baiat & Doa Untuk Lekat Dengan Kesholehan dlm cerita.

8. Kaitkan cerita itu dengan Iman pada Allah dan hari Akhir.
JURUSJURUS BERKISAH

1. Niat Untuk Amal Dakwah & Tarbiyah agar berubah bukan agar kagumI kita.

2. Lembutkan Hati mereka sebelum berkisah dengan membaca bersama Kalimat Thayyibah. Agar ruh dan hati mereka subuh siap ditanami iman dan akhlak.

3. Sampaikan Khutbatul Hajjah (tahmid, syahadat, shalawat dan seruan takwa) secara ringkas.

4. Tanamkan & Segarkan Iman dengan mensyukuri keberadaannya, telah Allah lekatkan pada diri kita. Jangan sampai terlepas dan sia-sia.

5. Bacakan Ayat-Ayat Quran

6. Kisahkan Cerita dengan jujur tidak dibuat-buat (Sadiidan), memilih kata-kata yang memuliakan (Kariman), setiap ucapan berasal dari hati yg terlatih dgn qiyamullail  (Tsaqilan), jelas tidak bertele-tele (Baligha), hindalri perkataan yang tidak merendahkan (maisura).

7. Jauhkan Dari Setan & Hadirkan Malaikat, ingatkan ini adalah mengaji yg materinya kisah, jangan pisahkan antara kisah dgn mengaji, hakekatnya kita menyampaikan Qur’an bukan cerita saja. Dan jangan membuat mereka marah atau dongkol, marah mengundang setan, kalimat Rahmah menghadirkan naungan malaikat.

7. Libatkan Mereka Dalam kisah melalui tanya jawab dan aba-aba kebersamaan.

8. Evaluasi Daya Serap dengan psiko Sosio drama atau menceritakan ulang, serta anak diminta mengungkapkan apa yg ia bisa teladani dari tokoh baiknya.

9. Ingatkan Akan Komitmen Pada Alquran

10. Sampaikan wasiat untuk menjaga takwa dimampukan  dan kapanpun mereka berada.

11. Ucapkan tahmid, berupa pujian kesempurnaan hanya bagi Allah, kebaikan yang kita tunjukkan adalah dr-Nya saja.

12. Jangan lupa KEMBALIKAN & DOAKAN kepada Allah, agar mereka memperoleh hidayah taufiq.
Semoga Mereka Terkesan & Berubah Menjadi Anak Sholeh, Tergerak Oleh dakwah yang yang kita kerjakan..aamiin

Inilah LANGGAM BERKISAH ISLAM khas. kenapa tepuk, musik dan banyak menyanyi serta tertawa terbahak-bahak tidak kita tonjolkan, karena perilaku itu mengeraskan hati dan mengundang kehadiran setan. Wallahu aalam 

RETHORIKA BERKISAH

1. Antusias (totalitas)

2. Gerak yang Luwes, Bukan Atraktif

3. Vokal Yang Matang, saat membawakan tartil & tilawah, kalimat thayyibah, narasi dan Dialog antar tokoh (antawacana)

4. Komunikasi persuasif (Ruhiah, emosional dan akal)

5. Kreatif inovatif untuk mendukung Kisah, baik sensasi maupun kolaborasikan kisah agar lebih apik, matang dan berkesan. Namun hindarilah kontroversi dalam berkisah.
LARANGAN-LARANGAN DALAM BERKISAH.

1. Merujuk kepada buku-buku yang tidak standar, kisah-kisah ISRAILIYAT, majusiniat maupun kisah-kisah yang tidak ada asalnya (Laa Ashlalahu)
2. Interpolarisi cerita secara berlebihan, sehingga substansi kisah tereduksi dalam penceritaan yang melebar, bahan lelucon atau penyajian yang hanya menekankan kisah sebagai hiburan saja.
3. Melakukan aksi maupun dialog yang tidak pada tempatnya, misalnya Allah berbicara, Malaikat berkata-kata, nabi muhammad diatraksikan dan yang sepadan dengan itu.
4. Merendakkan sahabat nabi atau tokoh-tokoh agung dengan gaya, ucapan, gerak-gerik yang mjustru merendahkan martabat mereka.sebaliknya ketika memerankan aksi tokoh-tokoh zhalim boleh ditampilkan untuk menegaskan keburukan itu sendiri, sebagai hal yang tidak pantas dilakukan.
5. Melepaskan kepribadian dari keimanan dan keislaman mereka.

(tidak diperbolehkan memanfaatkan tanpa seizin penulis)

Advertisements

2 thoughts on “AYO BERKISAH

  1. subhanAllah…sy trenyuh sekali membaca tulisan Kak Bimo ini, ternyata semua harus berawal dari ketulusan utk membentuk kebaikan diri dan orang lain, msuwun telah menggugah jiwa kami….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s